Optimalisasi Peran Muslimah (2)

MALAIKAT DI RUMAHMU

( Optimalisasi Peran Muslimah  2 )

A. Sebagai Seorang Anak

Tugas utama seorang anak adalah berbakti kepada orang tuanya, setelah sebelumnya ia menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya. Birrulwalidain merupakan kewajiban bagi setiap manusia sejak kecil hingga akhir hayatnya, tidak peduli apakah kedua orang tuanya merniliki akidah yang sama dengannya atau berbeda. Yang demikian itu disebabkan jasa kedua orang tua yang tidak mungkin dapat ditebus oleh anaknya, terkecuali jika seorang anak menda­patkan kedua orang tuanya sebagai tawanan (budak), kemudian ia menebusnya dan memerdekakannya.

Seorang muslimah, apalagi yang sudah tertarbiyah senantiasa memuliakan orang tuanya, karena memahami bahwa keridhaan Allah menyertai keridhaan orang tuanya dan sebaliknya. Kesholihan pada diri seorang muslimah hendaknya dapat dirasakan oleh orang tuanya dengan bertambahnya kebaikan dan kebaktian sehingga menjadi sarana da’wah dalam keluarga. Perhatian dan kasih sayang hendaknya makin dirasakan oleh orang tua, bukan sebaliknya makin  diabaikan. Naudzubillah min dzaalik.

B. Sebagai Seorang Istri

Seorang ibu memberi nasehat kepada putrinya ketika akan melepasnya untuk diboyong sang suami :

Hai putriku, camkan pesanku yang sepuluh (10) sebagai pusaka dan peringatan untukmu

  1. Bergaullah (berkawan) atas dasar kerelaan (ikhlas).
  2. Bermusyawarah dengan kepatuhan dan ketaatan yang baik.
  3. Jagalah selalu pandangan matanya, jangan sampai dia melhat sesuatu yang tidak men yenangkan hatinya.
  4. Jaga bau-bauan yang sampai ke hidungnya, dan hendaknya dia selalu mencium wewangian darimu.
  5. Jagalah waktu-waktu makannya dan ketenangan saat tidurnya, sebab perihnya perut disebabkan rasa lapar dapat mengobarkan amarah dan kurangnya tidur sering menyebabkan timbulnya rasa jengkel.
  6. Jagalah hubungan dan berlakulah baik kepada kerabat dan keluarganya.
  7. Peliharalah harta bendanya, dirinya, kehormatannya dan anak-anaknya. Sesungguhnya menjaga harta bendanya adalah suatu penghargaan yang baik, dan menjaga anak-anaknya adalah perbuatan yang mulia.
  8. Jangan engkau menyebarluaskan rahasianya dan jangan menentang perintahnya.
  9. Jangan engkau terlihat gembira di saat dia sedang sedih dan susah, dan jangan bermuram durja ketika dia sedang bahagia,karena akan menimbulkan kesalahfahaman.
  10. Muliakan dia agar dia juga memuliakanmu dan banyaklah bersikap setuju agar dia lebih langgeng menjadi pendampingmu.

Tarbiyah bagi muslimah diharapkan mengarahkan proses pernikahan yang sesuai kaidah syar’iyah dan kemaslahatan da’wah. Akhwat muslimah diharapkan mendapatkan suami yang mendukung da’wah dan mengoptimalkan berbagai potensi positifnya setelah menjalani kehidupan berumah tangga, mengelolanya agar senantiasa berada dalam ruang lingkup islami  dan mendorong terbentuknya keluarga yang berkhidmat untuk Islam.

C. Sebagai Seorang Ibu

Suatu hari ada seorang bayi yang akan dilahirkan ke dunia.

Sang bayi bertanya kepada Tuhan, “Para malaikat mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tapi bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah?”

  • Tuhan menjawab “Saya telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu.”

Sang bayi berkata “Tapi disini….., di Surga…., yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa, ini sudah cukup bagi saya untuk berbahagia.”

  • Tuhan menjawab lagi “Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih bahagia.”

Sang bayi bertanya lagi “Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku, saya tidak mengerti bahasa mereka?”

  • Tuhan menjawab “Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar, dan dengan penuh kesabaran dan perhatian dia akan mengajarkan bagaimana kamu berbicara.”

“Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?”

  • “Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal itu mengancam jiwanya.”

“Pasti saya akan merasa sedih karena tidak melihatMU lagi.”

  • “Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan kepadamu bagaimana agar kau bisa kembali kepadaKu, walapun sesungguhnya Aku selalu berada disisimu.”

Saat itu Surga begitu tenangnya sehingga suara dari bumi dapat terdengar, dan sang anak bertanya perlahan kepada Tuhan, “Tuhan… jika saya harus berangkat sekarang, bisakah Engkau memberi tahu aku nama malaikat tersebut?”

  • Jawab Tuhan “Kamu akan memanggil malaikatmu….Ibu…”

Begitu mulianya tugas seorang ibu, hingga ia diibaratkan malaikat bagi anak-anaknya. Ibu sholihat ialah muslimah yang mentarbiyah anak-anaknya untuk taat kepada Allah SWT. Mereka tanamkan agidah Islamiyah shohihah ke dalam diri anak­anaknya dan mereka didik permata hati mereka untuk cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya serta menjauhkan diri dari kemaksiatan dan akhlaq yang rusak.

Mendidik putera untuk menjadi anak (generasi) yang diidam-idamkan tentunya merupakan tugas yang sangat pelik dan tidak semudah membuat kue donat, begitu bahan-­bahan dicampur kemudian di kocok, maka jadilah adonan yang siap pakai.  Untuk mendidik anak, ternyata diperlukan bekal ilmu, curahan pemikiran, kasih sayang serta ketrampilan. Sebagaimana diingatkan oleh Allah

“Dan hendaklah takut kepada-Ku orang-orang (tua) yang seandainya mereka meninggalkan dibelakang mereka generasi (anak-anak yang kurang pendidikan), sehingga lemah (dalam bidang Ekonomi, llmu pengetahuan dan Agama) sehingga kamu khawatir terhadap (nasib) mereka…’ (QS,4 : 9)

Dra Yoyoh Yusroh mengatakan bahwa ciuman dan pelukan sayang dari orang tua berefek sampai ke usus sehingga anak tidak perlu diberi berbagai multivitamin penambah nafsu makan. Oleh karena itu, bagi calon maupun yang sudah jadi umi dan abi, mari kita sayangi anak-anak kita, merekalah tiket masuk surga bagi kita. Insyaa Allah.

Maraji’ :

  • Wa Islama
  • Cahyadi&Ida, Menjadi Murabbiyah Sukses
  • Abu Fathiya, Agenda An Nisa’
  • Internet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s