Menteladani sahabat Mus’ab bin Umair

ust Abdul Wahid

Kajian tasqif 2 pekanan tiap jumat malam di DPC Jekulo kali ini ustadz Abdul Wahid  menceritakan sejarah salah seorang  shahabat Nabi yang dapat diambil teladan dan hikmahnya dalam memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan. Beliau adalah Mus’ab bin Umair.

Mus’ab  bin Umair adalah sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang sangat berjasa dan menjadi teladan kepada umat Islam sepanjang zaman. Sebelum memeluk Islam, dia berperawakan lemah lembut, suka berpakaian mahal dan indah. Mus’ab sebenarnya adalah anak yang paling disayangi ibunya. Apa saja permintaannya tidak pernah ditolak. Oleh itu tidaklah mengherankan apabila ibunya begitu marah mengetahui Mus’ab telah menganut Islam. Ibunya telah mengurung dan menyiksa Mus’ab selama beberapa hari dengan harapan dia akan meninggalkan Islam. Tindakan ibunya tidak sedikit pun menimbulkan rasa takut pada Mus’ab, sebaliknya dia tidak jemu-jemu membujuk ibunya memeluk Islam karena sayang pada ibunya. Mus’ab membuat pelbagai usaha tetapi semua tindakannya hanya menambahkan lagi kemarahan dan kebencian ibunya.

Kata-kata Rasulullah mengenai Mus’ab sering disebut-sebut oleh sahabat:,

“Segala puji bagi bagi Allah yang telah menukar dunia dengan penduduknya. Sesungguhnya dahulu saya melihat Mus’ab seorang pemuda yang hidup mewah ditengah-tengah ayah bundanya yang kaya raya. Kemudian dia meninggalkan itu semua kerana cinta kepada Allah dan Rasul-Nya”.

Mus’ab, adalah orang pertama diutus oleh Nabi ke Madinah untuk berdakwah., pembuka jalan kepada Nabi dan para sahabat untuk berhijrah ke Madinah. Beliau jugalah merupakan pemuda dakwah yang pertama mengetuk setiap pintu rumah di Madinah sebelum berlakunya hijrah. Beliau gugur sebagai syuhada perang Uhud yang dengan teguh dan sekuat tenaga memegang panji-panji bendera Islam dengan gigih sampi ajal beliau. Ketika hendak dikafankan, tidak ada kain yang mencukupi untuk menutup jenazahnya. Keadaan itu menyebabkan Rasulullah tidak dapat menahan kesedihan hingga bercucuran air mata baginda. Keadaannya digambarkan dengan kata-kata yang sangat masyhur:

“Apabila ditarik kainnya ke atas, bagian kakinya terbuka. Apabila ditarik kainnya ke bawah, kepalanya terbuka. Akhirnya, kain itu digunakan untuk menutup bagian kepalanya dan kakinya ditutup dengan daun-daun kayu.”

Seorang sahabat bercerita tentang perjuangan Mus’ab bin Umair yang pada saat syahidnya beliau belum sempat merasakan hasil perjuangannya sementara di antara sahabat ada yang merasakan buah perjuangannya yang masak. : “ Kita berhijrah bersama Rasulullah SAW yang kita hanya berharap mencari keridhaan Allah dan pasti kita akan mendapat pahala dari Allah Swt.

Kisah Mus’ab bin Umair menjadi contoh dan pengingat tentang perjuangan memenuhi amanah Allah bahwa kita sebagai khalifah di muka bumi ini :

  • Hendaklah terus berjuang mencari Ridho Allah.
  • Tidak ada yang sia-sia walaupun belum mendapat apa-apa.
  • Dalam berjuang akan ada yang merasakan hasil perjuangannya di dunia dan ada yang belum (karena syahid / meninggal duluan ). Ada juga yang bisa menikmati di dunia dan akherat insya-Allah, contohnya sahabat Abdurrahman bin Auf. Walau mendapat kenikmatan hasil di dunia (kaya raya dan berhasil dalam bisnisnya) beliau tetap menjaga perjuangan di dalam Islam, tetap mencari rezeki, tetap tawadlu bahkan takut jangan-jangan bila perjuangannya sudah dibayar kontan Allah Swt.
  • Tetapi yang pasti barang siapa berjuang / berhijrah karena Allah, pasti mendapat pahala dari Allah Swt.

Subhanallah, Alhamdulillah, betapa Allah Maha Pemurah dan Pengasih kepada orang-orang mukmin yang berjuang tulus ikhlas karena Allah. Mudah-mudahan kita dapat mengambil himah dari kisah tentang sahabat yang disampaikan Ketua Dewan Syariah Daerah (DSD) PKS Kudus tersebut. Wallahu’alam bishawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s