PKS Partai Terbuka

KETUA MAJELIS SYURO PKS, KH HILMI AMINUDDIN :

Kami Ingin Membangun Kebersamaan dalam Keberagaman

PKS Untuk Semua

Munas ke-2 PKS berakhir minggu (20/6) di Jakarta.  Dalam Munas yang diselenggarakan sejak 17-20 Juni 2010 itu, selain mengukuhkan kepengurusan PKS periode 2010-2015,  juga dijadikan sarana untuk konsolidasi pimpinan PKS dari seluruh penjuru nusantara. Beragam hal ditanyakan publik juga kader PKS terkait dengan sikap politik PKS belakangan ini, mulai dari soal keinginan PKS menjadi partai terbuka sampai soal koalisi permanen. Berikut petikan wawancara dengan Ketua Majelis Syuro PKS, KH Hilmi Aminuddin.

Dalam Munas kali ini berkembang lagi gagasan PKS untuk menjadi partai terbuka atau menjadi partai tengah. Sejauh mana keseriusan PKS dengan rencana atau keinginan itu?

Bagi kami,menjadi partai terbuka atau partai tengah bukanlah taktik atau strategi politik untuk menambah jumlah pemilih. Tetapi hal itu merupakan implamentasi atau pelaksanaan dari ajaran Islam yang mengharuskan kami menjadi Ummatan Wasathan (Umat Pertengahan). Islam mengajarkan pluralitas atau keberagaman sebagai sebuah sunnatullah. Dan itu disebutkan di dalam Al-Qur’an. Islam adalah agama terbuka. Misinya adalah Rahmatan lil ‘alamin, sehingga produk-produk kebajikan yang dihasilkan harus dinikmati oleh semua kalangan, bukan hanya orang muslim saja. Eksklusivitas itu tidak mencerminkan ajaran Islam. Kami ingin membangun kebersamaan dalam keberagaman kita.

Sebetulnya, sejak 2008, saat Mukernas di Bali sudah kita deklarasikan. Sebelum itu komunikasi sudah kita jalankan. Bahkan dengan komuitas cina sudah sejak PK lahir, khususnya melalui organisasi (INTI). Mereka sudah bekerjasama dan membantu PKS. Kita tidak menawarkan Islam, namun menawarkan kerjasama. Bingkainya bisa format kemanusiaan, kebangsaan, dan keumatan. Sekali lagi itu bukan taktik dan strategi namun pengejawantahan dari ajaran islam yang hakiki.

Mengapa diawal kelahiran Partai Keadilan dan kemudian menjadi PKS, kami terkesan eksklusif ?  Itu karena memang kami perlukan untuk menunjukkan identitas dan integritas kami. Dengan itu kami bisa membuat deferensiasi sehingga kami dihargai dan diakui. Anda saja kalau mencari pasangan (suami/istri) pasti akan menilai dulu, siapa calon anda dulu. Setelah identitas dan integritas kami terbentuk, yang tentu saja memerlukan proteksi, barulah kami mulai membuka diri untuk bersama – sama dengan seluruh komponen bangsa membangun negeri ini.

Bahkan keterbukaan itu juga membawa ke pergaulan dan kerjasama komunitas internasional, dalam pergaulan antar bangsa, juga dengan berbagai negara, karena kami tidak mau terkungkung dalam pergaulan yang sempit. PKS memiliki MoU dengan Partai Buruh Australia dan saling aktif menjalin komunikasi. Kami juga menjalin komunikasi dengan Partai Komunis China. Pemerintah Indonesia menginginkan diplomasi itu tidak hanya goverment to goverment, namun juga diplomasi people to people. Oleh karena itu PKS aktif menjalin komunikasi dengan partai – partai di berbagai negara, baik yang sedang berkuasa maupun yang sedang tidak berkuasa.

Sumber : Koran Republika, Senin 21 Juni 2010.

Baca juga :

Dan baca juga jawaban pertanyaan atas issu-issu PKS tentang sikapnya terhadap Amerika Serikat, Israel, Kemerdekaan Palestina, Pemberantasan Korupsi dll dengan DOWNLOAD : PKS UNTUK SEMUA.

2 responses to “PKS Partai Terbuka

  1. Ping-balik: PKS dan Kader Non Muslim « ProKeadilan

  2. Ping-balik: PKS dan Penegakan Syariat Islam « ProKeadilan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s