Futur, Sebab dan Solusinya

futurFutur yaitu rasa malas, enggan, dan lamban dimana sebelumnya ia rajin, bersungguh-sungguh, dan penuh semangat. Futur juga berarti berhenti setelah aktif / bergerak.

Sebenarnya futur merupakan gejala alami yang dialami setiap manusia, karena kita tahu manusia merupakan makhluk yang pasti mengalami fluktuatif keimanan. Biasanya gejala futur berbanding lurus dengan melemahnya keimanan dalam diri seseorang.

Setiap aktifitas mempunyai masa ‘semangat’ dan masa ‘malas’/futur, barangsiapa malas tapi tetap mendekat kepada Allah dan Rasul-Nya maka ia dekat kepada petunjuk, tapi barangsiapa futur kemudan lari dari Allah dan Rasul-Nya maka celakalah ia”

1. Malas selama ingat Allah / Rasul : tetap dapat petunjuk.
2. Malas yg tidak mengingat Allah, mencari pelampiasan, maka akan binasa.

Fenomena :
– sering meninggalkan sunnah yaumiah
– menurunnya kedisiplinan dalam amal jama’I dan kegiatan dakwah
– kurangnya kepedulian dan rasa tanggungjawab terhadap urusan dakwah dan ummat
– rajin mencari kesalahan / aib ikhwah dll

Sebab-sebab futur :
1. Banyak melakukan kemaksiyatan dan tidak bertaqorrub kepada Allah
2. Berlebihan dalam mengkonsumsi perkara mubah.
3. Kuatnya pengaruh dunia dalam hati
4. Hidup di lingkungan orang yang tidak aktif.
5. Tertipu oleh janji-janji / rayuan yang batil
6. Tidak adanya persiapan untuk menghadapi tantangan di jalan dakwah
7. Kepemimpinan yang tidak baik dan jeleknya koordinasi

Solusi / Upaya mengatasi futur :
1. Taqwiyatush shilah billah – Menguatkan hubungan dengan Allah
2. Menetapi jama’ah
3. Hidup di lingkungan ikhwah yang aktif dan ikhlas
4. Teratur rapi dalam beramal

QS Ali Imron 146 : sikap manusia Rabbani yang tertimpa musibah di jalan Allah adalah :
– tidak terkena wahan (cinta dunia dan takut mati)
– tidak lemah fisik
– tidak istikanah (menyerah kepada keadaan dan tidak mau lagi berjihad)

Demikian ringkasan risalah yang disampaikan ustadz Syuaibul Huda dalam taujihnya mengisi agenda acara mabit dan lailatul imaniyah di Jekulo Kudus, acara satu malam di antara 3 hari yang dipilih dari rangkaian usbu’ ruhi (sepekan peningkatan iman) yang merupakan aktifitas rutin dalam tiap bulan. Acara sebelumnya didahului ifthor / buka bersama puasa 3 hari ayyamul bidh ( hari putih, 3 hari pertengahan bulan hijriyah)

Ibnu Abbas ra. berkata : “Adalah Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan berpuasa pada hari putih (tanggal 13, 14, dan 15) baik dalam bepergian atau di rumah.”  (HR. Thabrani)

Mabit lailatul imaniyah diselenggarakan seluruh kader PKS di Indonesia sebagai bagian pembinaan diri, penguatan maknawiyah dan ruhiyah kader-kader PKS.  Kudus,  sabtu 7 April 2012.

One response to “Futur, Sebab dan Solusinya

  1. materi liqo semalam….kyake file yg di pake dan penyampene sama…:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s